Akibat Kenaikan BBM

Kenaikan harga BBM sungguh meresahkan masyarakat. Sebagian masyarakat yang masih berekonomi menengah kebawah mengeluh dengan harga BBM yang semakin melonjak sangat mencekik.
Badan Pusat Statistik memperkirakan tingkat inflasi pada periode Mei 2008 mencapai sekitar 1 persen, dipicu dengan kenaikan harga BBM yang berlaku sejak hari sabtu 24 Mei 2008 jam 00.00 WIB.
Pemerintah memutuskan harga premium menjadi Rp. 6000 per liternya dari sebelumnya Rp. 4500, solar Rp. 5500 perliter dari 3000, dan harga minyak tanah Rp. 2500 per liter dari Rp.2000
Menurut Rusman, bobot BBM merupakan salah satu komoditas yang memberikan bobot sumbangan inflasi terbesar setiap bulan, atau mencapai sekitar 1,7 persen.
Lebih lanjut, dampak kenaikan BBM terhadap masyarakat bersifat langsung karena hampir sebagian besar kegiatan masyarakat terkait dengan energi.
Dampak ini sangat dirasakan berat oleh para supir-supir taksi dan angkutan umum di berbagai daerah. Sejumlah supir taksi dari berbagai jenis perusahaan mengeluh sepinya pelanggan. Sejak pengumuman kenaikan BBM, penumpang takut menghentikan taksi.
"Padahal, kami tidak menaikkan tarif. Tuh lambang tarif lama masih ada. Tapi susah kali cari penumpang" ujar seorang supir taksi sambil menunjukkan tulisan "Tarif Lama" di taksinya.
Hal serupa dikemukakan juga oleh supir angkutan umum lainnya, dengan susahnya penumpang ini pendapatan mereka menurun dengan tajam.
Kendati saat ini, tarif belum naik, namun sulit sekali mencapai target. "Penumpang sih nggak ada yang ngeluh. Tapi supir pada ngeluh, target bisa nggak tercapai" canda pak supir dengan raut masam.(LolaKartika)

0 komentar:

 
Template designed by KARTIKA COMPUTER

[tutup]