SIAPAKAH SIH KOMPETITOR SESUNGGUHNYA

Mengambil pelajaran dari strategi seorang CEO Kelas Dunia yang sangat jeli menentukan Who’s Your Real Competitor? Siapa sih kompetitor kita yang sesungguhnya?
Terus terang saya termasuk yang apatis terhadap perang iklan dan perang tarif operator selular saat ini. Yah, mereka sangat gencar hingga over promise dan saling menyerang, karena mereka menganggap rivalnya sama-sama sebagai kompetitor.
Tentu sebagian besar kita menganggap bahwa kompetitor kita adalah perusahaan sejenis. Tidak salah memang. Misal, jika bisnis kita warnet, pasti sebagian besar kita menganggap bahwa kompetitor kita adalah sesama warnet. Terutama warnet-warnet yang berada di sekitar warnet kita.
Kalo bisnis kita restoran, tentu kita juga sering menganggap bahwa kompetitor utama kita adalah juga restoran sejenis. Benarkah itu? Jawabnya BELUM TENTU.
Pada tahun 1980-an, ketika Roberta Goizueta menjadi CEO Coca Cola, ia menghadapi persaingan ketat dari Pepsi yang menggerogoti pertumbuhan Coca Cola. Otomatis, para eksekutif Coca Cola semuanya fokus pada Pepsi sebagai kompetitor utama. Mereka menargetkan pertumbuhan market share.
Akhirnya, Goizueta berpikir strategis. Ia bertanya pada eksekutif-nya berapa rata-rata orang Amerika minum per hari. Riset membuktikan, orang Amrik rata-rata minum 14 ons perhari. Dan ternyata, dari 14 ons tersebut, yang minum Coke cuma 2 ons saja.
Goizueta pun berkesimpulan bahwa kompetitor Coke bukanlah Pepsi, TAPI air, teh, kopi, susu, dan juice yang menguasai sisa 12 ons. Nah lhoooo….
Sejak itu, target Coca Cola diubah menjadi Pilihan Minuman Semua Orang adalah Coke dan bukan air, teh, kopi atau yang lainnya. Sekarang, di beberapa tempat, orang bahkan lebih mudah mendapatkan Coca Cola daripada air. Dan Pepsi tidak pernah bisa mengejar Coca Cola.
Dari kasus tersebut, dapat kita ambil pelajaran bahwa janganlah kita berkompetisi dengan rival kita. TAPI berkompetisi yang tepat adalah BERKOMPETISI atas SITUASI. Rival kita sebenarnya hanyalah merupakan SEBAGIAN KECIL dari KOMPETITOR kita yang sesungguhnya.(barda,SKM)

0 komentar:

 
Template designed by KARTIKA COMPUTER

[tutup]