Liburan

Menyiasati Gangguan Teknologi Saat Liburan

Beberapa tahun lalu, Jim Collin menulis buku mengenai beberapa pemimpin perusahaan yang telah terbukti berhasil mengangkat derajat usahanya dari "good" to "great". Satu dari sekian yang ia temukan dari mereka-mereka itu adalah kemampuannya dalam memilih fasilitas teknologi dan mengoptimalisasi penggunaannya untuk menciptakan keuntungan.

Dipikir-pikir temuan itu masuk akal juga. Kenapa? Di era teknologi seperti sekarang ini, kemampuan menyeleksi dan menggunakan perangkat teknologi itu menjadi kunci. Sebab, kalau tidak, yang muncul adalah paradok. Tujuan teknologi yang semula untuk memudahkan menjadi menyulitkan. Dari yang semula mengirit biaya menjadi pemborosan. Dari yang semula untuk ketenangan malah membikin ribet.

Bayangkan kalau Anda sedang menikmati liburan di luar kota bersama keluarga. Dikit-dikit Anda menerima sms atau email tentang urusan pekerjaan dan itu harus diselesaikan di Jakarta. Kalau diikuti apa adanya, pasti ini bisa merusak acara, bukan?

Secara teknik, tentu ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Beberapa hal yang dapat kita lakukan itu, misalnya antara lain:

1. Pemberitahuan. Sebelum kita menikmati liburan, ada baiknya mempersiapkan secara matang kita bisa memberikan pemberitahuan kepada orang-orang mengenai jadwal rencana liburan kita.
2. Tinggalkan pesan. Kalau kita tidak sempat melakukan persiapan sampai matang, kita bisa tinggalkan pesan, baik secara elektronik atau melalui orang di sekitar kita.
3. Temukan kesepakatan. Dengan orang-orang yang bersama kita dalam liburan, misalnya suami, istri, anak, dan lain-lain.

Ada orang tertentu yang punya aturan tidak boleh membawa handphone, menyalakan televisi, atau mengaktifkan komputer saat di kamar atau liburan. Sejauh itu bisa membuat kita tetap dapat menikmati hidup, hal ini tidak apa-apa. Tapi bila membuat kita merasa terancam oleh aturan teknis sehingga tujuan kita menikmati hidup menjadi gagal, ya untuk apa? Intinya, ingat tujuan dan sesuaikan dengan keadaan / kesiapan.

Tujuan kita berlibur adalah menyegarkan pikiran saat nanti sudah masuk ke tempat kerja. Tujuan kita membawa perangkat teknologi dalam liburan adalah untuk menentramkan perasaan. Tapi jika kita gagal mengontrol penggunaannya, akan fresh-kah pikiran kita?

Jadi, nikmatnya liburan itu tidak semata ditentukan oleh tujuan yang kita kunjungi dan besarnya budget yang kita miliki, tetapi juga ditentukan oleh sejauh mana kita mampu mengontrol pikiran untuk membedakan tujuan dan bukan tujuan dalam praktek hidup. Kata orang bijak: "Seringkali, kita lebih banyak membutuhkan kesadaran baru, ketimbang pengetahuan baru". Selamat menikmati liburan.

0 komentar:

 
Template designed by KARTIKA COMPUTER

[tutup]