Iklan Politik Dapat Dinilai Menjebak Masyarakat

Iklan - iklan politik yang ditampilkan baik di media cetak atau televisi dinilai dapat menjebak masyarakat dalam penilaian calon pemimpinnya. Masyarakat perlu mengetahui siapa pemimpin yang paling cocok untuk dipilih menjadi panutannya, walaupun tidak semua masyarakat mempunyai pemikiran yang luas dalam memahami bagaimana dan SIAPA PEMIMPIN YANG COCOK UNTUK DIPILIH. Kadangkala untuk mengetaui calon - calon pemimpin mereka, masyarakat hanya melihat dari poster - poster yang dipajang, iklan-iklan televisi, radio tetapi sebenarnya mereka tidak mengerti maksud dari iklan - iklan tersebut. Siapa dan Apa Visi dan Misi dari semua itu.
Perlukah para calon pemimpin mengadakan pendekatan kepada masyarakat secara langsung??..............TENTU PERLU!!...
"Pemimpin yang harusnya dipilih tidak hanya mempunyai popularitas tetapi juga mempunyai dedikasi tinggi, pengetahuan yang luas, punya jiwa mengayomi rakyatnya dan pengalaman yang teruji" berikut kata pengamat politik Arbit Sanit dari Universitas Indonesia.
Kebanyakan tokoh - tokoh politik belakangan semakin gencar mengiklankan diriya di berbagai media massa.
Cara seperti ini juga dilakukan di negara lain, contohnya seperti Amerika Serikat. Di Amerika Serikat iklan hanya merupakan pelengkap karena kemudian mereka melakukan konvensi dan berdialog dengan rakyat.
Namun di Indonesia, iklan dapat membuat seseoran berubah citra dalam waktu yang singkat. Padahal seharusnya ia juga harus membuktikan kemampuannya, misalnya membuat partainya memenangi Pemilu. Ironisnya, iklan terbukti sangat efektif mempengaruhi rakyat. Ini terlihat jelas pada Pemilu 2004.
Menurut Efendi Gazali Koordinator Magister Komunikasi Politik Universitas Indonesia, iklan politik merupakan cara yang paling gampang untuk mempublikasikan tentang seorang politisi kepada rakyatnya, sehingga apabila politisi tersebut ingin ikut kembali dalam Pemilu Legislatif atau Pemilu Eksekutif masyarakat sudah mengenal dirinya.
Iklan politik merupakan perkembangan demokrasi yang wajar. Hanya saja, dalam konteks Indonesia iklan itu harus dipasang dengan bijak. Jika tidak bukan saja target yang tidak tercapai tetapi juga mendapatkan image yang negatif.(LolaKartika)

0 komentar:

 
Template designed by KARTIKA COMPUTER

[tutup]