Benarkah Internet Membuat Otak menjadi Tumpul?

Telah umum di kalangan anak muda yang meski bertahun-tahun menempuh pendidikan namun tak tahu apa-apa mengenai dunia, tidak membaca apapun dan hanya tahu beberapa hal, misalnya komputer," ungkap Doris dalam pidatonya seperti dikutip detikINET dari Sidney Morning Herald.
Menurut Doris Lessing (88 tahun) pemenang Nobel Sastra 2007, bahwa di negara berkembang macam Zimbabwe, anak-anak senang dengan buku namun di negara maju seperti Inggris, para guru justru prihatin karena sebagian pelajar tak mau membaca dan perpustakaan kekurangan pengunjung, semua dikarenakan komputer dan khususnya internet.
Profeso Tara Brabazon dari University of Brighton Inggris juga mempunyai pendapat yang sama, banyak anak muda yang di seluruh dunia menggampangkan proses pendidikan gara - gara internet. Keberadaan internet berpotensi menumpulkan otak dengan membunuh rasa ingin tahu para pelajar.
Misalnya dalam menyusun tugas-tugas kuliah, mahasiswa hanya mengandalkan internet. Dengan menggunakan mesin cari mahasiswa mendapatkan informasi, padahal menurut Profesor Tara Brabazon situs semacam Google menawarkan konten yang tidak berbobot bagi mahasiswa.
"Ini waktunya untuk mundur sejenak dan mencari cara yang benar dalam menggunakan teknologi. Kebanyakan pelajar tidak lagi memakai otak mereka karena teknologi" tandas Profesor Tara Brabazon.
Sebaiknya dalam pembuatan tugas- tugas siswa ataupun mahasiswa tidak hanya mengandalkan internet semata, tetapi mampu berkreatifitas sendiri dengan mempunya refrensi dari buku - buku dari perpustakaan.
Pernyataan senada, sebelumnya juga pernah disuarakan penyanyi Inggris Elton John. Kala itu penyanyi gay ini mengaku sangat membenci internet karena dianggap telah merusak kreativitas orang-orang.(LolaKartika)

0 komentar:

 
Template designed by KARTIKA COMPUTER

[tutup]